REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — JAKARTA– Keberanian Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar memilih tetap fokus dipartai ketimbang menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Hebat dinilai sebagai sikap negarawan yang tak haus jabatan.

Wasekjen DPP PKB Lukmanul Khakim, mengatakan jika harus memilih apakah tetap memegang posisi Ketum PKB atau jabatan menteri, Cak Imin begitu akrab disapa, lebih mengutamakan Ketum PKB. Jalan pengabdian tak harus menjadi menteri yang penting bermanfaat untuk kemanusiaan.

Apalagi, ungkap Lukmanul, Cak Imin telah berpengalaman duduk di legislatif dan eksekutif. Jabatan wakil ketua DPR-RI pernah ia pegang dan teranyar dipercaya sebagai menteri tenaga kerja dan transmigrasi di era mantan presiden SBY. Atas pengabdiannya itulah ia menyandang  Penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana. “Kini saatnya beliu fokus (di PKB),” kata pria yang kerap dipanggil Cak Luk ini dalam keterangan pers yang diterima Republika, Ahad (26/10).

Disinggung soal jatah menteri PKB, Cak Luk menegaskan PKB menghormati hak prerogatif presiden, yang terpenting kepentingan nasional (national interest) yaitu memakmurkan dan mensejahterakan rakyat dapat dicapai.